Makan Gado-Gado

March 27, 2009

Tadi siang saya makan gado-gado, terdiri dari sayuran, telur, tempe, tahu, sambel kacang dan tentu saja lontong. Saya ‘sengaja’ memilih menu ini karena konon sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Sendok pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sampai ke mulut dan saya telan dengan ‘sengaja’. Dengan ‘sengaja’ saya mengahancurkan makanan di mulut kemudian menelannya. Saat dikunyah ternyata makanan yang saya makan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim ptyalin.

Kemudian makanan saya sampai lambung, entah apa yang terjadi di lambung saya, yang jelas saya tidak bisa mengendalikan proses yang terjadi di sana. Telur, tempe dan tahu yang saya makan dicerna oleh pepsin. Bagaimana tubuh saya tahu kalo telur, tempe dan tahu tadi harus di cerna oleh pepsin, padahal saya tidak memerintahkannya. Sama halnya dengan karbohidat dan lemak yang terkandung dalam makanan saya, semuanya dicerna di dalam lambung. Pada saat saya tidurpun. Makanan tadi tetap dicerna oleh tubuh saya.

Kemudian makanan yg telah melewati berbagai proses tadi lewat usus halus. Di sini dengan tidak sengaja lagi ”karena pada saat itu saya sudah selesai makan dan kembali kerja”, zat-zat makanan diserap oleh tubuh. Kemudian lewat di usus besar, konon disini juga masih terjadi penyerapan makanan.

Postingan ini sengaja saya buat untuk mengomentari ”karena saya berpikir maka saya ada” dan untuk mengingatkan saya ternyata kekuatan akal pikiran saya ini terbatas, bahkan untuk mengendalikan tubuh saya sendiri saja tidak bisa.


Safe Zone

March 27, 2009

Sudah tiga bulan ini saya tinggal di Jakarta. Ngupoyo upo..sambil belajar tentunya. Sampai saat ini semuanya lancar-lancar saja bahkan sangat lancar. Saya tinggal di Kuningan dekat Masjdi Al Mughni, Gatsu. Di sebuah kos-kosan yang lumayan deket dengan kantor, jalan ga nyampe 10 menit.

Saya sedikit cerita tentang kos-kosan ini, saya kos di lantai 2 tepat di lantai 1 di bagian depan menghadap jalan ada tempat laundry baju, yang dengan ikhlas menyucikan baju saya dengan imbalan rupiah tentunya. So kebutuhan nyuci baju terpenuhi.

habitatku

Habitatku

Di sebelah kiri kost (jarak 10 meter) ada warteg. Murah, bersih dan lumayan enak juga (opo to sing ra enak nggo aku iki) alhasil inilah tempat saya memenuhi kebutuhan pangan. Oh ya lupa sebelah kiri persis dengan kos, ada warung mie ayam. Lumayan sering juga ke sini. Sebelahnya lagi ada warung jualan pulsa, baru habis itu warteg yang saya maksud.

Di sebeleh kanan (15 meteran) ada warung Padang, kalo bosan ma warteg (kira-kira kapan ya bosan ma warteg), di sinilah tempat makan.

Kosanku di depannya ada jalan, Jalan Haji Mughni. Di seberangnya ada mesjid Al Mughni, yang setiap 5 kali sehari (kecuali Jumat, ada 6 kali) muadzin mengumandangkan adzan yang sering saya dengar saat saya ada di kosan, meskipun suaru adzan cukup keras, saya sering dan bahkan dengan sengaja meninggalkan shalat berjamaah (Astaghfirullah,,) apalagi saat Subuh. Coba saja mampir di masjid itu dan ikut shalat berjamaah. Saat shalat jamaah selesai ada beberapa makmum masbuk di sana. Kemungkinan besar saya adalah salah satu orangnya.

Oh ya,,kembali ke kamar kosku, di kamar yang cukup sempit itu saya sengaja menghidupkan wireless di laptop, scanning hotspot. Dan ternyata, ada akses point yang tepat sama saya saya menghidupkan wireless di kantor. Dalam artian hotspot kantor masih bisa nrempet ke dalam kamar saya. So..yang tadinya ol dengan layar hp kini bisa ol dengan screen lebih lebar. Meskipun loss-nya sampai 85 dB tapi masih cukup lumayanlah. Masih bisa connect FB dan Gtalk..dan jangan lupa video youtube pun masih bisa bergerak-gerak Hheeheeh

Saya coba melihat lebih jelas dimana letak kantor dari kos. Naik ke tempat jemuran oh ternyata deket juga kantorku dengan kosan (200 meter kayaknya). Hebat juga fasilitas hotspot di salah satu kantor penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu.

Jadi ingat ‘’ejekan’” teman-teman tentang safe zone. Kerja di kantor itu atau tinggal di kosan itu kah? Semoga pilihan yang kedua.


Indosat Wireless Innovation Contest 2008: mobiLive

December 21, 2008

Kompetisi wireless yang diadakan Indosat ini saya ikuti, Alhamdulillah masuk 10 besar untuk kategori pengembangan aplikasi. Saya membuat aplikasi dengan judul “mobiLive”. Dengan persiapan yang megap-megap saya akhirnya pulang dengan status sebagai contestan saja. Padahal jika dihitung-hitung lumayan juga hadiahnya. Juara pertama dapat 30jt + bb, yang kedua dapet 25 +bb, yang ketiga 20 + bb. Tentu saja tahun depan hadiah akan naik.
Ada beberapa hal yang ingin saya sharing seputar pelaksanaan lomba ini :
1. Jika mengajukan aplikasi usahakan untuk membentuk tim, yang ternyata diperbolehkan oleh penyelenggara. Meskipun hanya diijinkan satu orang saja yang akan melakukan presentasi di final. Dengan membentuk tim, akan lebih mudah dalam pembangunan prototype yang akan dipresentasikan di final. Masa antara pengumuman 10 besar dan presentasi final sekitar 2 minggu, jadi semakin banyak resource, pembangunan aplikasi juga harusnya semakin mudah. Selain itu akan ada banyak ide-ide creative yang muncul dari setiap anggota tim. Apalagi jika tim terdiri dari beberapa orang yang memiliki background keilmuan yang berbeda-beda.

2. Dalam hal presentasi. Latih presentasi, misalnya dengan membentuk forum yang terdiri dari teman-teman. Coba presentasi dihadapan mereka. Seolah-olah teman kita tadi adalah juri IWIC. Biarkan teman-teman kita tadi bertanya untuk setiap aspek dari aplikasi. Selain akan melatih kita dalam hal presentasi, kita juga akan memperoleh masukan dari teman-teman kita tersebut. Jika mau lebih ekstrem lagi cari tahu tentang siapa yang menjadi juri. Mengenai latar belakang, background keilmuan, atau mungkin organisasi dimana juri tersebut bernaung. Pertanyaan memiliki korelasi dengan latar belakang penanya. Ada beberapa anggota juri yang tiap tahun kemungkinan sama. Pertanyaan juga mungkin sama. Ada pertanyaan yang kurang dipersiapkan jawabnya oleh peserta, yakni tentang aspek bisnis dari aplikasi. Coba gali lebih dalam mengenai aspek bisnis dari aplikasi yang akan kita bangun.

mobilive-iwic-presentation


Solusi Kelangkaan Pupuk

December 21, 2008

Alhamdullillah bisa satu minggu liburan pulang kampung. Seperti biasa setiap pulang kampung pasti ada saja cerita-cerita baru yang saya dapatkan. Pernah ada tentang dukungan partai Islam kepada (bu)pati, kasus terbunuhnya seorang (bos) preman hanya dengan satu sabetan penjalin, dan yang terakhir ini tentang kasus kelangkaan pupuk. Sebenarnya setiap kasus tadi bisa dijabarkan panjang lebar dalam tulisan blog.

Kali ini akan dibahas kelangkaan pupuk yang terjadi di daerahku, Karanganyar. Pupuk menjadi penting pada masa awal tanam padi bagi para petani. Jadi sebenarnya kebutuhan pupuk dapat diramalkan (demand forcasting) sebelumnya baik dari segi waktu maupun kuantitas, hanya waktu-waktu tertentu saja para petani ini membutuhkan pupuk, maupun dari segi kuantitas pupuk yang dibutuhkan karena data mengenai luas lahan pertanian tidak mengalami perubahan drastis dari tahun ke tahun. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak, pemerintah turut campur dalam menangani pemenuhan kebutuhan pupuk, dari fase produksi sampai distribusi ke petani di lakukan dan diawasi oleh pemerintah.

Namun ada saja kejadian aneh, sebagai contoh pemerintah telah mengumumkan bahwa harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi jenis urea adalah Rp. 65.000 per kuintal, jadi seharusnya petani dapat memperoleh urea dengan harga maksimal Rp. 65.000,00 namun kenyataan di lapangan harga yang ditanggung oleh petani bisa mencapai Rp. 120.000, itupun masih langka alias sulit memperolehnya. Kemanakah larinya Rp. 55.000?
Menurut beberapa sumber, hal ini dikarenakan adanya persekongkolan antara penyalur pupuk dari pemerintah ke toko pengecer pupuk. Mereka inilah yang paling banyak mendapatkan untung. Mereka bekerja sama sehingga pupuk-pupuk yang seharusnya di distribusikan ke petani, dapat ditimbun sehingga pupuk menjadi langka di kalangan petani. Alhasil mereka dapat menaikkan harga sampai menembus angka Rp. 120.000.

Petani tidak punya pilihan selain ikut membeli pupuk tadi meskipun dengan harga tinggi. Petani sulit menyampaikan keluhannya karena keterbatasan akses ke pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini pemerintah. Sehingga meskipun harga pupuk dipermainkan mereka tidak bisa berbuat banyak.
Sebuah sarana yang mudah dan efektif dalam menampung aspirasi dan keluhan dari para petani ini tentu akan menjadi suatu hal yang sangat membantu para petani. IT, merupakan salah satu solusi yang terbukti ampuh dalam menangani permasalahan supply chain. Kesuksesan pemanfaatan IT di berbagai produk seperti Wal-Mart, P&G , Coca Cola dan perusahaan-perusahaan lainnya adalah salah satu buktinya. Sehingga kesuksesan dalam menangani supply chain pupuk juga besar.
Bagi para petani, perangkat IT yang paling mudah mereka jangkau adalah perangkat mobile (hand phone) mengingat penetrasi dari industry telekomuniskasi di Indonesia yang terus meningkat bahkan perkembangannya mencapai 50 %. Sehingga keterjangkauan petani terhapap perangkat ini juga bisa dikatakan cukup tinggi.

Pemerintah dapat menerapkan sebuah aplikasi SMS Center yang dapat dimanfaatkan oleh para petani dalam menyampaikan keluhan. Misalnya jika terjadi kelangkaan pupuk, petani dapat menyampaikan dalam format SMS. Pesan SMS ini dapat diolah sehingga dapat dikelompokkan berdasarkan tempat atau daerah asal dari pengirim, maupun permasalahan yagn dihadapi. Kemudiah hasil dari pengolahan informasi ini dapat dipublikasikan sehingga dapat dijadikan sebagai bukti jika terdapat suatu permasalahan atau pelanggaran yang dilalukan baik oleh pejabat pemerintah maupun oleh pengecer. Dengan system informasi inilah transparansi dapat diwujudkan.

Sebenarnya tentang supply chain pupuk ini permasalahan utamanya adalah ketidakjururan. Oknum-oknum ini secara sengaja menimbun pupuk di gudang secara besar-besarang. Dengan informasi yang dikirimkan oleh petani ada beberapa keuntungan yang didapatkan :
1. Pihak yang bertanggungjawab (pemerintah) dapat langsung mengawasi (control) terhadap penyebaran pupuk. Hal in dapat dilihat dari pesan yang diperoleh dari petani
2. Lembaga-lembaga yang berkepentigan di bidang pertaniaan, misalnya HKTI dapat memperoleh informasi yang mengenai penyelewengan-penyelewenangan, informasi-informasi seperti ini tentu akan diproses oleh lembaga-lembaga tersebut.
3. Budaya transparansi, dimana setiap orang mendapatkan informasi yang sama berdasarkan fakta di lapangan.
4. Membangun masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan budaya IT dan transparansi.

Bersambung…


Ramadhon, Syahrul Mubarak wa Syahrul Arrisalatul Akhir

October 3, 2008

Kalo diterjemahkan judul tadi kira-kira “Ramadhan Bulan Berkah dan Tugas Akhir”. Detik-detik tugas akhir yang melelahakan. Tanggal 23 September Buku TA harus dikumpulin, tapi tanggal 22 dokumen TA masih dalam status revisi. Pembimbing belum menyatakan kesetujuannya sampai pukul 7 lebih dikit (habis Isya) lewat SMS.

Akhirnya Printer dinyalakan 2 buah dokumen dengan tebal masing2 91 hlm mulai diprint. Itu masih menyisakan 2 buah dokumen teknis yang saya sisakan untuk diprint di tukang print karena dokumen tersebut dipenuhi dengan gambar-gambar aneh yang tidak readable (UML).

Pukul 9.30 berbekal uang, flashdisk, jaket tebal, air mineral dan tak lupa sarung. Meluncur ke tukang cetak dokumen TA dan printing. Memilih-milih percetakan mana yang akan dipakai, supaya tidak perlu antre. Dapet salah satu yang masih kosong. Akhirnya dua buah dokumen teknis tercetak.

Pindah ke percetakan lain yang lebih dipercaya untuk penjilidan. Selesai pukul 11 lebih dikit dan besoknya bisa diambil pukul 10 pagi.

Dari sini peralatan selain uang dan flashdisk mulai terpakai, meluncur ke Salman, ikut I’tikaf. Niatnya I’tikaf padahal sampai Salman cuma baca beberapa lembar Mushaf langsung tertidur (tak lupa memakai jaket tebal dan sarung).

Pukul 2 bangun, dibangunin lebih tepatnya. Shalat. Cuma kuat empat rekaat, sudah mendekati pukul 3. Waktunya pulang, di rumah sudah ada menu sahur soalnya. Dalam perjalanan pulang di jalan ketemu dengan Bapak-bapak yang biasa memungut sampah. Mereka berada di pinggir jalan ditemani perapian. Sedang makan sahur juga rupanya (nasi bungkus). Saya sedikit menatap mereka. Tiba-tiba bapak tersebut menawari “Sahur A’”. Ya bapak-bapak tadi puasa juga rupanya.

ya Bapak-bapak tadi, sahur, dipinggir jalan, dengan menu seadanya, jam 3 pagi, dingin…makanya membuat perapian, masih menawari saya yang dirumah sudah ada menu sahur tinggal makan. Ga dingin, ditemani “Sahur Cagur” dilanjutkan dengan “Abdel dan Temon” malah.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan”. Ayat ini diulang sampai 31 tiga kali di Q.S. Ar-Rahman, dihitung pake jari tangan + kaki saja masih kurang.


Angkot Cisitu-Tegalega

May 26, 2008

Inilah sarana transportasi yang banyak dipakai oleh mahasiswa ITB. Tidak mengerankan jika saat ngobrol dengan salah satu sopir angkot, beliau mengatakan bahwa penumpangnya didominasi oleh mahasiwa ITB. Katanya, 40% penumpang berasal dari kampus ini. Padahal angkot ini beroperasi dari Cisitu ke Tegalega sedangkan ITB terletak kurang lebih dari 2 kilometer dari Terminal Cisitu, hanya seperberapa dari jarak Cisitu-Tegalega. Hari libur merupakan saat-saat yang sangat dikawatirkan oleh angkot-angkot ini. Saat ITB libur jelas pengumpangnya turun drastis. Penumpangnya turun 40 persen, begitu juga pendapatanya. Saat hari Sabtu dan Minggu misalnya, namun beliau juga bercerita jika hari minggu mereka sedikit lega karena penumpang yang berasal dari ITB ini digantikan oleh pengumpang yang biasa memanfaatkan jasanya untuk liburan di Kebun Binatang.

Angkot-angkot ini beroperasi sekitar 8-10 perjalanan pulang pergi, dari jam lima pagi sampai jam sembilan malam. Ketika ditanya kenapa sebelum jam sembilan sudah jarang angkot beroperasi, beliau menjawab mereka merasa tidak enak dengan tukang ojek yang bergiliran mendapatkan penumpang, yang kebanyakan adalah penduduk asli di sekitar Cisitu. Selain itu penumpang juga sudah sepi, penumpang dari ITB sudah jarang setelah lewat jam tujuh malam.

Setiap harinya mereka menyetor 160 ribu, untuk biaya bensin mereka mengeluarkan 100 ribu. Sisanya yang masuk ke kantungnya sekitar 25-40 ribu. Saat ditanya, “Saat kondisi sepi dapat berapa pak?”,beliau menjawab “ Pintar-pintar saja untuk mengakalinya”, saya tidak paham dengan maksud jawaban Bapak ini. Beliau kemudian menuturkan, selama beliau mengoperasikan angkot ini hanya terjadi satu kali kenaikan tarif. Sedangkan harga kebutuhan pokok, sudah naik beberapa kali. “Beras saja sudah naik berapa kali coba?” tanyanya.

*Tanya-jawab ini terjadi beberapa hari sebelum kenaikan BBM.


It’s all about Football

May 19, 2008

Terinspirasi dari Mas Zaky.

Layanan update score sepakbola.


Islam & Korupsi

May 2, 2008

Setelah minggu kemarin terpaksa tidak posting isi jumatan karena bingung mau nulis apa (alias tidak memperhatikan khutbah) kali ini isi khutbah akan diposting. Niat untuk nulis ini khutbah sudah ada sejak minggu kemarin sejak pembaca pengumuman membaca bahwa yang akan mengisi khutbah jumat ini adalah Athian Ali.

Allah itu baik dan hanya mau menerima yang baik-baik saja”. Kira-kira hadist inilah latar belakang khutbah minggu ini.

Pada zaman shahabat ada seseorang yang sangat menderita, orang ini berdoa dan mengharap doanya didengar oleh Allah. Melihat penderitaan orang ini para shahabat bertanya kepada rosulullah, mengapa doa orang ini tidak dikabulkan, kemudian rosul menjawab, dulu orang ini pernah hidup berkecukupan tetapi dia mendapatkan penghasilan bukan dari cara yang halal. Mana mungkin Allah akan mengabulkan do’a orang ini. Begitulah kira-kira.

Pada khutbah ini pak Athian Ali mengambil analogi yang lain : bila seseorang tidak dalam keadaan suci atau dalam keadaan batal, misalnya dalam keadaan junub, buang angin, BAB, buang ari kecil maka orang ini tidak diperbolehkan melakukan shalat. Hal yang sama juga berlaku bagi pasangan suami istri yang melakukan hubungan badan. Orang ini tidak diperkenankan masuk masjid apalagi shalat meskipun aktivitas berhubungan suami istri adalah hal yang halal. Jika orang-orang ini tetap memaksakan diri melakuka shalat mustahil shalatnya bakal diterima oleh Allah. Mereka-mereka ini boleh melakukan shalat jika sudah dalam keadaan suci.

Lalu bagaimana dengan para koruptor? Merekan malakukan Haji / Umrah dan menganggap dosanya akan diampuni oleh Allah kemudian pulang dan menikmati hasil korupsinya. Kira-kira akankah Allah mengabulkan doa para koruptor ini?

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya, sedangkan mereka mengetahui. Al Imran (3) : 135.

Dosa menurut Q.S Al Imran 135 dibagi menjadi dua :

1. Fahisah

Fahisah adalah dosa yang berkaitan dengan orang lain. Dosa ini tidak akan terhapus jika belum diselesaikan antara pelaku dengan orang yang dirugikan / tersakiti. Contoh : korupsi.

2. Dholim

Dholim artinya dosa yang akibatnya ditanggung oleh dirinya sendiri, tidak melibatkan oleh orang lain. Misalnya dosa nabi Adam saat memakan buah Khuldi yang menyebabakan dia diturunkan ke bumi. Oleh karena itu pada saat itu doa yang dipanjatkan oleh nabi Adam adalah “Robbana Dholamna anfusana ….”.

Dosa ini tidak merugikan orang lain, karena memang belum ada manusia saat itu. Contoh lain kita tidak sholat, tidak puasa. Orang lain tidak akan dirugikan.

Dosa Faahisah inilah yang paling berat. Tidak bisa kita bertobat kepada Allah lalu dosa ini terhapus sebelum kita menebus dosa kepada orang yang tersakiti / dirugikan. Misalnya ada koruptor, untuk menhapus dosanya dia pergi haji atau umroh, dia pergi dengan harta korupsinya kemudian dia bertobat dan sekembalinya ke tanah air dia nikmati lagi harta korupsinya. Mustahil orang ini akan diterima oleh Allah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya : Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut ( pailit ) itu ? Maka mereka ( para sahabat ) menjawab : orang yang pailit di antara kita adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan : orang yang pailit dari ummatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia datang dan (dahulu di dunianya) dia telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah si itu dan telah memukul orang lain ( dengan tidak hak ), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya ( kepada orang lain ), maka kesalahan orang yang didzalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke api neraka”. HR. Muslim.

Dalam hadist diatas dijelaskan bahwa orang yang paling bangkrut di akhirat salah satunya adalah orang yang memakan harta orang lain (korupsi) karena amalnya akan diberikan kepada orang yang pernah dia dholimi dan jika amalnya habis maka ia harus menanggung beban dosa orang yang pernah dia dholimi.

Dikisahkan, ada seorang wanita yang mengaku melakukan dosa zina, dia menghadap rosulullah dan mengakui dosanya, tapi rosul tampak tidak percaya dan menganggapnya sedang mabuk, maka rosul memerintahkan Ummu Kalsum untuk mengeceknya, ternyata benar dia tidak mabuk. Lalu rosul memintanya pulang.

Beberapa hari kemudian wanita ini mendatangi rosul, dia mengaku telah berzina kali ini dengan bukti bahwa ia sedang hamil hasil dari perzinaannya. Ia meminta agar rosul mengadilinya. Tapi kemudian rosul memintanya pulang agar menunggu 9 bulan sampai si anak terlahir. Begitu anak terlahir wanita ini kembali menghadap rosul, dan rosul memintanya untuk pulang untuk menyusui anak ini karena tidak mungkin anak ini hidup tanpa wanita tersebut. Setelah hampir 3 tahun, wanita ini kembali menemui rosul dan kemudian ditanya apakah anak tersebut telah disapih, setelah memastikan bahwa anak tersebut telah bisa ditinggal ibunya maka rosul menyiapkan hukuman bagi si wanita.

Wanita ini dirajam, pada saat itu Khalid bin Walid tampak sangat bersemangat dalam merajamnya. Tapi kemudian dia diingatkan oleh Rosul, agar lebih baik dalam menghukumnya karena wanita ini adalah seorang ahli surga.

Begitulah Islam dalam memandang masalah sosial salah satunya korupsi ,sebuah konsep yang sangat sempurna. Bahkan hak seorang bayi yang belum dilahirkan saja juga sangat diperhatikan.


Besi

April 22, 2008

Nawaitu, mulai Jum’at ini, terinspirasi dari pak blogger terkenal di gedung sebelah saya berniat memposting isi khutbah jumat yang saya ikuti dimanapun itu salah satu tujuannya buat tombo ngantuk saat mendengarkan khutbah. Kita mulai saja.

Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Al Hadid 25).

Diatas adalah terjemahan dari Q.S Al Hadid 25. Al Hadid berarti besi. Dijelaskan bahwa besi diciptakan oleh Allah padahal dalam penggalan ayat tersebut jelas bahwa dimulai dengan ‘Wa anzalna’ yang artinya “Dan Kami turunkan”. Berdasarkan penelitian science, sebenarnya besi memang diturunkan dari langit. Besi atau logam yang ada di bumi berasal dari bintang-bintang yang telah mati karena kehabisan bahan bakar (hidrogen) yang kemudian jatuh ke bumi.

Besi merupakan salah satu logam yang ada di bumi ini. Massa bumi sebagian besar disusun oleh logam ini. Sekitar 30% penyusun masa bumi adalah besi. Namun besi lebih banyak berada di inti bumi (core) bukan lapisan atas bumi. Dalam tabel sistem periodik unsur, logam ini berada di golongan tengah, golongan empat, dan diatara unsur yang ada di golongan empat ini besi terletak di tengah pula. Logam ini memiliki 26 elektron.


Kereta Api Argo Kahuripan

April 7, 2008

Ini adalah salah satu nama kereta api yang beroperasi di Jawa. Rute yang ditempuh kereta ini adalah Bandung-Kediri. Jangan salah, karena memiliki nama argo, jangan membayangkan seperti kereta jenis argo yang lain yang dilengkapi fasilitas kursi yang empuk, AC yang sejuk, dan toilet yang tidak buruk. Kereta ini adalah jenis kereta ekonomi atau biasa disebut kelas tiga. Ini adalah salah satu sarana transportasi termurah di pulau jawa bayangkan saja harga tiket dari bandung ke Solo cuma Rp.28.000 + seribu rupiah untuk biaya asuransi. Bahkan kalau kita tahu caranya, biaya yang super murah itu bisa dikonfigurasi ulang sehingga bisa berkurang menjadi tiga ribu rupiah dikalikan dengan frekuensi petugas tiket memeriksa tiket kita.

Di kalangan teman-teman mahasiswa yang biasa atau pernah memakai jasanya, kereta ini memiliki beberapa versi nama. Pertama, Argo Sabar. Ya, karena kelas ekonomi saat melaju di atas rel, kereta ini tidak pernah tidak mengalah jika jalur yang dipakai dilalui kereta dengan kelas diatasnya, bisnis atau eksekutif misalnya. Hampir di setiap stasiun, baik stasiun besar atau kecil, dipastikan kereta ini akan berhenti. Waktu berhentinya pun tidak hanya dua menit tapi bisa lebih dari limabelas menit. Penumpang dituntut untuk ekstra sabar jika memanfaatkan jasa kereta ini. Tidak salah jika kereta ini dinamai Argo Sabar.

Kedua, Argo Sengsoro, sengsoro dalam bahasa Indonesia diartikan sengsara atau menderita. Agak ekstrem juga nama yang satu ini. Namun ada benarnya juga. Besar kemungkinan kita tidak mendapatkan tempat duduk, untuk jarak dekat mungkin tidak menjadi soal tapi bagaimana jika dari Bandung sampai Jogja/Solo baru mendapatkan tempat duduk? Penderitaan bisa berkurang jika kita mau memanfaatkan gang sempit antar kursi untuk meletakkan pinggul kita, dengan syarat jika ada pedagang asongan yang hilir mudik kita harus legowo bersiap untuk berdiri dan mempersilakan pedagang tesebut untuk berlalu lalang tidak terkecuali jika kita sedang tertidur dengan pulasnya di tengah malam yang gelap.

Nama yang ketiga, Argo Ngoyo. Ngoyo dalam bahasa Indonesia bisa diartikan memaksakan diri. Ngoyo berlaku baik bagi penumpang maupun bagi lokomotif. Lokomotif dengan ‘ngoyo’ menarik sejumlah gerbong yang berpenumpang penuh sesak untuk jarak yang relative jauh. Penumpang juga demikian, masih banyak alat transportasi yang lebih nyaman daripada memilih kereta ini, namun para “penggemar” kereta ini tetap saja setia.

Nama terakhir, Kereta Kehidupan, ini adalah terjemahan dari kata kahuripan itu sendiri yang kurang lebih artinya adalah kehidupan. Di kereta ini akan kita temui potret kehidupan bangsa ini. Dari mulai penumpang yang kebanyakan bekerja di sektor informal sampai pengemis yang mencari belas kasihan dari para penumpang. Bahkan kalau kita ‘beruntung’ akan kita temui spesies lain yang ikut memanfaatkan jasa kereta ini dari mulai kecoa, semut sampai hewan yang dibawa oleh penumpang itu sendiri.