Kenangan Piala ASIA 2007 #2

Meskipun akhirnya langkah Indonesia terhenti, namun grafik permainan sudah meningkat dari beberapa tahun yang lalu. Kerja sama tim sudah bagus, passing bola2 atas yang dulu ga pernah tepat sasaran sudah mulai membaik, dan satu lagi keberanian saat mengolah bola dan melewati lawan juga patut mendapatkan pujian. Berikut ini beberapa catatan saya mengenai timnas Indonesia :

Lini belakang, Jenry Pitoy cukup bagus di bawah mistar, keberanian mengantisipasi bola-bola liar kerap menyelamatkan timnas. Namun refleks dari pemain ini agak kurang dampaknya gol-gol arab ke gawang timnas. Pada pertandingan terakhir diturunkan Markus Horison, saya amati penampilannya lebih bagus, selain postur yang tinggi antisipasi bola dan refleks dari pemain ini lumayan, beberapa kali menyelamatkan gawang timnas. Di sektor pemain belakang, saya bangga dengan duet Maman dan Charis, menurutku Charis tampil sedikit lebih bagus dari Maman. Ketenangannya sering meredam serangan lawan, ia juga berani memainkan bola di daerah pertahanan. Di sektor sayap, M Ridwan layak mendapatkan acungan jempol, pemain PSIS Semarang ini seakan tidak kenal lelah dalam tiga pertandingan yang dijalani Indonesia. Kemampuan menyerang dan bertahan pemain ini sama baiknya, namun shooting jarak jauh yang biasa diperlihatkan saat bermain di PSIS kurang begitu tampak saat membela timnas, memang beberapa kali pemain ini mencoba melakukan shooting namun arahnya sering tidak menemui sasaran. Di sektor sayap kanan ada Ricardo Salampesy, cukup bagus permainannya untuk ukuran pemain yang baru berumur 23 tahun, mungkin pemain termuda yang selalu menjadi starter, untuk kedepannya tentu permainannya akan berkembang. Untuk saat ini dia kurang begitu menonjol.

Lini tengah masih diperkuat sosok pemain-pemain lama. Ponaryo Astaman, untuk pemain satu ini saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak karena pada pertandingan pertama lawan Bahrain sudah terkena cidera yang mengharuskannya istirahat, meskipun kembali bermain saat melawan Korsel namun tampaknya cidera yang dialaminya mengahlanginya bermain bagus untuk ukuran seorang Ponaryo. Sebagai pengganti Ponaryo ada Samsul Bahri, pemain yang tidak kenal lelah dengan umpan-umpan jitu. Sampai pertandingan terakhir pemain ini paling stabil penampilannya, meskipun agak sedikit temperamental. Dia berani fight dengan pemain-pamain lawan meskipun posturnya kalah besar. Berlanjut ke Firman Utina, sebelumnya saya sempat nggak nyangka pemain ini bakal menjadi pemain paling bersinar di Piala Asia ini, kecepataan, kemampuan dribling dan umpan-umpannya kerap kali membahayakan gawang lawan. Acungan dua jembol buat Firman. Eka Ramdani, meskipun posturnya tidak begitu ideal untuk ukuran pemain bola namun kecepatan dan daya jelajahnya yang tinggi sangat membantu timnas, dia juga berani fight dengan pamain-pemain lawan. Namun canon ball yang sering ia tuntukan saat memperkuat Persib tidak begitu kelihatan saat membela timnas di piala asia. Mahyadi Panggebean, sebetulnya pemain ini yang saya tunggu-tunggu penampilannya di timnas. Kecepatan dan olah bolanya sangat bagus, begitu pula shootingnya namun pemain ini sudah dibekap cidera saat timnas melawan Bahrain.

Di sektor penyerang, Elie Eboy tampil perkasa, sangat cepat dan dengan kemampuan driblenya sering merepotkan pemain lawan. Gol indah saat melawan Arab menjadi bukti. Namun sayang ia sering berlama-lama dengan bola terutama saat berada di kotak pinalti lawan, umurnya yang sudah tidak muda lagi membuat dia hanya mampu bertahan selama satu babak, setelah itu staminanya tampak drop. Bambang Pamungkas, penampilannya saat uji coba membuat para suporter Indonesia begitu menunggu aksinya di lapangan hijau. Namun kontribusi dari pemain ini kurang memenuhi harapan, selain karena dia sendirian menajadi target man di depan ia juga sering kali dijaga ketat oleh pemain belakang lawan. Duel-duel udara yang sering ia perlihatkan juga tidak begitu membantu timnas karena lawan juga memiliki postur yang lebih tinggi. Secara umum penampilan pemain ini pantas mendapatkan pujian. Lanjut ke Budi Sudarsono, satu gol saat melawan Bahrain membuat para suporter menaruh harapan besar padanya pada pertandingan-pertandingan selanjutnya. Pemain ini juga memiliki kecepatan dan drible yang bagus. Namun mungkin karena faktor usia, staminanya juga sering drop pada pertandingan kedua dan ketiga.

Advertisements

3 Responses to Kenangan Piala ASIA 2007 #2

  1. Zawa says:

    Indonesia kalah 😥
    Hiks…

  2. arie says:

    review-nya mantap…

    semoga saja ke depannya timnas Indonesia semakin berkembang..

    Piala Dunia.. mungkinkah?

  3. hananto says:

    @Zawa : ya nih kalah lagi, tapi aku tetep bangga dengan timnas kok

    @Arie : pastilah, kerjaan rutin kan nonton bola…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: