Mengenal Diri

Mengenal diri, inilah yang senantiasa diulang-ulang. Buku-buku manajemen diri mencantumkan kata ini. Buku-buku motivasi juga. Pelatihan pengembangan diri apalagi. Dalam wawancara kerja atau anggota organisai kata ini seringkali atau malah wajib ditanyakan untuk mengetahui seberapa jauh para calon mengenal diri mereka. Dalam buku-buku atau pelatihan kata ini sering digunakan  dengan tujuan agar para pembaca atau peserta dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk mencapai kesuksesan.

Apa yang biasanya dibahas? Yang menjadi inti dari ajaran “mengenal diri” biasanya adalah apa kelebihan yang kita miliki, apa kekurangan diri, kemudian bagaimana caranya untuk memanagenya. Bagaimana dengan kita mengetahui kelebihan, kita dapat memanfaatkan seoptimal mungkin potensi untuk mencapai kesuksesan. Dengan mengetahui kelemahan kita bisa memperbaiki kelemahan-kelemahan untuk menjadi lebih baik. Kerena kelemahan atau kekurangan bukanlah final state yang tidak bisa diubah. Strategi yang cocok untuk setiap pribadi juga dapat dipilih berdasarkan kapasitas diri masing-masing.

Tapi ternyata ada beberapa pertanyaan yang kurang yang semestinya juga membutuhkan jawaban mengenai pengenalan diri ini. Padahal hal inilah yang sangat esensial. Misalnya di dalam kamar tiba-tiba ada sebuah benda aneh. Pasti kita akan bertanya, benda apakah ini? Kenapa bisa sampai di dalam kamar? Siapa yang membawanya? Setelah pertanyaan ini terjawab, dan misalnya, ternyata benda yang ada di kamar tadi adalah kiriman dari planet Mars. Yang mengirimkannya adalah alien dan jawaban-jawaban lainnya, kemudian dalam benak kita timbul pertanyaan lagi. Untuk apa dia mengirim benda ini? Harus saya apakan benda ini? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mungkin muncul.

Pertanyaan-pertanyaan diatas harusnya muncul untuk mengenali sesuatu, termasuk untuk mengenali diri kita. Pertanyaan mengenai siapa kita, siapa yang menciptakan kita, mengapa kita diciptakan, apa tujuan kita diciptakan, karena kita hidup, maka jika kita mati akan kembali kemana. Pertanyaan-pertanyaan ini juga sama bobotnya atau bahkan lebih mendasar untuk dijawab.  Lalu apakah tidak lebih baik jika kita mulai mempersiapkan sehingga pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan lebih mudah dijawab atau malah pertanyaan ini tidak perlu dijawab sama sekali karena tidak penting atau malah tidak ada jawabannya?

Advertisements

One Response to Mengenal Diri

  1. doremon says:

    hmmm, menarik menarik…
    tapi kok gak ada petunjuk ato link buat clue dr pertanyaannya yak? 😕

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: