Antara Makhluk Jasmani dan Rohani

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang aneh / unik / makhluk yang berbentuk lain (khalqan akhar). Apabila ada dua golongan makluk di dunia ini, makluk jasmani dan rohani maka manusia bukanlah berada di salah-satu golongan ini. Bukan makhluk jasmani karena memang kenyataanya manusia sangat berbeda dengan binatang (makhluk jasmani). Bukan pula makhluk rohani karena kenyataanya memang sangat berbeda dengan malaikat (makhluk rohani).

Tapi yang jelas manusia itu adalah makhluk yang sangat hina. Manusia berasal dari nutfah, suatu materi yang sangat menjijikkan dan bahkan tidak ada manfaatnya. Setelah terlahir pun, tidak ada materi yang dihasilkan manusia yang memiliki manfaat. Semua zat yang dikeluarkan manusia tidak memiliki manfaat, bahkan memilik bau busuk. Jadi sangat tidak beralasan jika kita memuliakan manusia hanya karena bentuk fisiknya semata. Ketidak-manfaatan manusia ini juga berlanjut pada saat dia mati, apapun prestasi,kekayaan atau kedudukannya didunia, jika sudah mati maka ia hanya berupa seonggok daging yang membusuk.

Tapi pada kenyataanya manusia, bisa pada suatu saat memiliki kemuliaan lebih tinggi dari pada Malaikat, dan disisi yang lain bisa suatu saat lebih hina dari binatang. Kenapa manusia bisa lebih mulia dari malaikat, yang notabene adalah makhluk yang selau taat kepada perintah Tuhan? Karena manusia diberi akal dan hawa nafsu, sehingga manusia memiliki kemampuan memilih : memilih diantara alternatif-alternatif yang ada.

Sungguh suatu hal yang tidak adil jika seseorang harus disiksa di neraka karena melakukan pengingkaran kepada Tuhannya sedangkan hanya itulah pilihannya, dia tidak memiliki kemampuan untuk memilih untuk melakukan perbuatan lain, mana yang baik dan mana yang buruk.

Begitu pula sebaliknya sungguh tidak adil pula jika seseorang masuk surga, karena dia melakukan amal salih, sedangkan perbuatan itu merupakan satu-satunya pilihan yang bisa dia kerjaakan, dalam artian tidak ada pilihan yang lain.

Kira-kira hanya ini yang bisa ditulis karena manusia ini (penulis) tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mendapati dihadapannya pengisi kultum sudah tidak ada lagi berdiri di mimbar, dan para jamaah masjid juga berbondong-bondong keluar dari masjid.  Alias tertidur pulas meskipun isi ceramah yang sungguh -sungguh menarik.  😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: