Lesson Learned from 212 Project

Super damai 212 adalah contoh eksekusi proyek yg sukses. Project Manager-nya bisa dikatakan sukses krn bs memanage ekspektasi semua stakeholder (pemerintah,ulama,tni-polri,masyarakat,media). Tentu tak lain dan tak bukan, atas pertolongan Allah, the greatest stakeholder, Tuhan sang pemilik kesempurnaan rencana. Proyek tereksekusi ssi dg scope: doa bersama dilanjutkan dg shalat Jumat dan tentu saja tuntutan bagi penista. Sesuai dg schedule: 212 dan berakhir setelah shalat jumat. Sesuai dg kualitas: runtutan kegiatan terlaksana ssi prosedur.

Teori project manajement classic, PMBOK, men-state PM itu 90% kegiatannya untuk berkomunikasi. Sang PM adalah seorang komunikator (tentu saja, termasuk komunikator kepada Allah), negotiator, motivator sekaligus orator ulung. Dia berhasil melakukannya. Dia berhasil berkomunikasi dan bernegosiasi dg stakeholder kunci, dia berhasil memotivasi dan berorasi dihadapan peserta.

Project by nature, rentan terhadap perubahan. Tidak terkecuali 212, dari rencana awal shalat Jumat d jalanan Sudirman-Thamrin, berubah menjadi shalat Jumat d Monas, namun sekali lagi sang PM berhasil memanage perubahan (change management), bahkan seakan-akan seperti mendapat durian runtuh dg perubahan ini. Sekali merengkuh dayung 2-3 pulau terlampaui. Jumatan d Monas justru mendapat bonus jumatan d bundaran HI sampai ke Tugu Tani.

Berbicara ttg project, jg pasti berbicara ttg resiko. Tapi sekali lagi dalam proyek ini, bagaimana negative risk itu justru digiring menjadi positif risk, menjadi opportunity. Resiko keamanan. Bagaimana oknum tertentu men-cap kegiatan ini ilegal yg menyebabkan sulitnya memobilisasi massa dari luar kota justru berubah menjadi opportunity. Melihat bagaimana ribuan massa rela jalan kaki ratusan kilometer, melecut semangat ratusan ribu yg lainnya untuk hadir meramaikaannya. Resiko cuaca, yg diprediksi akan membubarkan massa, justru malah menambah syahdu dan khusuk para jamaah-nya. Resiko makar terhadap NKRI, justru kita sama-sama saksikan lagu Indonesia Raya berkumandang gegap gempita, menjadi yg pertama dalam sejarah Republik Indonesia lagu ini dinyanyikan oleh jutaan massa dalam waktu dan tempat yg sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: