Indosat Wireless Innovation Contest 2008: mobiLive

December 21, 2008

Kompetisi wireless yang diadakan Indosat ini saya ikuti, Alhamdulillah masuk 10 besar untuk kategori pengembangan aplikasi. Saya membuat aplikasi dengan judul “mobiLive”. Dengan persiapan yang megap-megap saya akhirnya pulang dengan status sebagai contestan saja. Padahal jika dihitung-hitung lumayan juga hadiahnya. Juara pertama dapat 30jt + bb, yang kedua dapet 25 +bb, yang ketiga 20 + bb. Tentu saja tahun depan hadiah akan naik.
Ada beberapa hal yang ingin saya sharing seputar pelaksanaan lomba ini :
1. Jika mengajukan aplikasi usahakan untuk membentuk tim, yang ternyata diperbolehkan oleh penyelenggara. Meskipun hanya diijinkan satu orang saja yang akan melakukan presentasi di final. Dengan membentuk tim, akan lebih mudah dalam pembangunan prototype yang akan dipresentasikan di final. Masa antara pengumuman 10 besar dan presentasi final sekitar 2 minggu, jadi semakin banyak resource, pembangunan aplikasi juga harusnya semakin mudah. Selain itu akan ada banyak ide-ide creative yang muncul dari setiap anggota tim. Apalagi jika tim terdiri dari beberapa orang yang memiliki background keilmuan yang berbeda-beda.

2. Dalam hal presentasi. Latih presentasi, misalnya dengan membentuk forum yang terdiri dari teman-teman. Coba presentasi dihadapan mereka. Seolah-olah teman kita tadi adalah juri IWIC. Biarkan teman-teman kita tadi bertanya untuk setiap aspek dari aplikasi. Selain akan melatih kita dalam hal presentasi, kita juga akan memperoleh masukan dari teman-teman kita tersebut. Jika mau lebih ekstrem lagi cari tahu tentang siapa yang menjadi juri. Mengenai latar belakang, background keilmuan, atau mungkin organisasi dimana juri tersebut bernaung. Pertanyaan memiliki korelasi dengan latar belakang penanya. Ada beberapa anggota juri yang tiap tahun kemungkinan sama. Pertanyaan juga mungkin sama. Ada pertanyaan yang kurang dipersiapkan jawabnya oleh peserta, yakni tentang aspek bisnis dari aplikasi. Coba gali lebih dalam mengenai aspek bisnis dari aplikasi yang akan kita bangun.

mobilive-iwic-presentation

Advertisements

Solusi Kelangkaan Pupuk

December 21, 2008

Alhamdullillah bisa satu minggu liburan pulang kampung. Seperti biasa setiap pulang kampung pasti ada saja cerita-cerita baru yang saya dapatkan. Pernah ada tentang dukungan partai Islam kepada (bu)pati, kasus terbunuhnya seorang (bos) preman hanya dengan satu sabetan penjalin, dan yang terakhir ini tentang kasus kelangkaan pupuk. Sebenarnya setiap kasus tadi bisa dijabarkan panjang lebar dalam tulisan blog.

Kali ini akan dibahas kelangkaan pupuk yang terjadi di daerahku, Karanganyar. Pupuk menjadi penting pada masa awal tanam padi bagi para petani. Jadi sebenarnya kebutuhan pupuk dapat diramalkan (demand forcasting) sebelumnya baik dari segi waktu maupun kuantitas, hanya waktu-waktu tertentu saja para petani ini membutuhkan pupuk, maupun dari segi kuantitas pupuk yang dibutuhkan karena data mengenai luas lahan pertanian tidak mengalami perubahan drastis dari tahun ke tahun. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak, pemerintah turut campur dalam menangani pemenuhan kebutuhan pupuk, dari fase produksi sampai distribusi ke petani di lakukan dan diawasi oleh pemerintah.

Namun ada saja kejadian aneh, sebagai contoh pemerintah telah mengumumkan bahwa harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi jenis urea adalah Rp. 65.000 per kuintal, jadi seharusnya petani dapat memperoleh urea dengan harga maksimal Rp. 65.000,00 namun kenyataan di lapangan harga yang ditanggung oleh petani bisa mencapai Rp. 120.000, itupun masih langka alias sulit memperolehnya. Kemanakah larinya Rp. 55.000?
Menurut beberapa sumber, hal ini dikarenakan adanya persekongkolan antara penyalur pupuk dari pemerintah ke toko pengecer pupuk. Mereka inilah yang paling banyak mendapatkan untung. Mereka bekerja sama sehingga pupuk-pupuk yang seharusnya di distribusikan ke petani, dapat ditimbun sehingga pupuk menjadi langka di kalangan petani. Alhasil mereka dapat menaikkan harga sampai menembus angka Rp. 120.000.

Petani tidak punya pilihan selain ikut membeli pupuk tadi meskipun dengan harga tinggi. Petani sulit menyampaikan keluhannya karena keterbatasan akses ke pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini pemerintah. Sehingga meskipun harga pupuk dipermainkan mereka tidak bisa berbuat banyak.
Sebuah sarana yang mudah dan efektif dalam menampung aspirasi dan keluhan dari para petani ini tentu akan menjadi suatu hal yang sangat membantu para petani. IT, merupakan salah satu solusi yang terbukti ampuh dalam menangani permasalahan supply chain. Kesuksesan pemanfaatan IT di berbagai produk seperti Wal-Mart, P&G , Coca Cola dan perusahaan-perusahaan lainnya adalah salah satu buktinya. Sehingga kesuksesan dalam menangani supply chain pupuk juga besar.
Bagi para petani, perangkat IT yang paling mudah mereka jangkau adalah perangkat mobile (hand phone) mengingat penetrasi dari industry telekomuniskasi di Indonesia yang terus meningkat bahkan perkembangannya mencapai 50 %. Sehingga keterjangkauan petani terhapap perangkat ini juga bisa dikatakan cukup tinggi.

Pemerintah dapat menerapkan sebuah aplikasi SMS Center yang dapat dimanfaatkan oleh para petani dalam menyampaikan keluhan. Misalnya jika terjadi kelangkaan pupuk, petani dapat menyampaikan dalam format SMS. Pesan SMS ini dapat diolah sehingga dapat dikelompokkan berdasarkan tempat atau daerah asal dari pengirim, maupun permasalahan yagn dihadapi. Kemudiah hasil dari pengolahan informasi ini dapat dipublikasikan sehingga dapat dijadikan sebagai bukti jika terdapat suatu permasalahan atau pelanggaran yang dilalukan baik oleh pejabat pemerintah maupun oleh pengecer. Dengan system informasi inilah transparansi dapat diwujudkan.

Sebenarnya tentang supply chain pupuk ini permasalahan utamanya adalah ketidakjururan. Oknum-oknum ini secara sengaja menimbun pupuk di gudang secara besar-besarang. Dengan informasi yang dikirimkan oleh petani ada beberapa keuntungan yang didapatkan :
1. Pihak yang bertanggungjawab (pemerintah) dapat langsung mengawasi (control) terhadap penyebaran pupuk. Hal in dapat dilihat dari pesan yang diperoleh dari petani
2. Lembaga-lembaga yang berkepentigan di bidang pertaniaan, misalnya HKTI dapat memperoleh informasi yang mengenai penyelewengan-penyelewenangan, informasi-informasi seperti ini tentu akan diproses oleh lembaga-lembaga tersebut.
3. Budaya transparansi, dimana setiap orang mendapatkan informasi yang sama berdasarkan fakta di lapangan.
4. Membangun masyarakat Indonesia yang terbiasa dengan budaya IT dan transparansi.

Bersambung…


Kerja Praktek

June 15, 2007

Sudah hari kelima kerja praktek di GE, Jakarta. Tapi dapet air putih baru kemarin, apakah hari-hari kedepan akan disediakan ‘sesuatu’ ga ya…

Selama ini yang dah dikasih ma perusahaan baru dua kompi + internet untuk 2 orang, dengan catatan proxy yang dipakai kadang lebih baik dari cuminya itb tapi kadang lebih parah, masak situs yang ada kata ‘hot’ aja ga boleh dibuka. YM ga boleh, yahoo, gmail, forum ga boleh dibuka, semua s/w berbasis mie kocok, standard GE lah,,, tapi yang mengherankan para karyawan dapet account buat mbukak YM dan situs aneh lainnya. Mungkin butuh belajar buat customisasi komputer lagi.


Privasi

May 23, 2007

Dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw. beliau bersabda: “Dan barangsiapa mendengar pembicaraan kaum sedang mereka membenci dia (dalam mendengar pembicaraan mereka) –atau mereka menjauhi dia– maka cairan timah pasti dituangkan ke dalam telinganya pada hari kiamat”.
(HR: Bukhari)

Ternyata 15 abad yang lalu konsep tentang privasi telah diatur oleh Islam. Memang Islam betul-betul konsep hidup yang sempurna. Oh ya kenapa aku posting dengan tema privasi ya? Soalnya kemarin saat belajar UAS dari soal-soal tahun lalu ada yang menanyakan tentang privasi, jadi teringat dengan hadist diatas dan setelah tanya sana, tanya sini untuk mengecek kebenaranya akhirnya dapet juga. Dan langsung aja ctrl c – ctrl v di textareanya wordpress..:D

Akhinya dapet jawaban juga tentang masalah privasi, lalu bagaimana dengan hacker, cracker, penyadapan dll itu yah? Silakan beri kesimpulan sendiri beserta alasannya.


Blogspot

May 18, 2007

Buka browser, masuk ke blogsearchnya Google, dan masukkan ‘frasenya’, maka akan didapati ribuan blog-blog yang memuat gambar maupun info yang berbau pornografi, ya tampaknya sekarang ini penggemar pornografi telah ikut-ikutan juga ngeblog namun hanya untuk ngupload informasi sampah.

Lalu apakah penyedia blog gratis seperti Blogger, WordPress dll harus dblok? Akhirnya salah satu dampak buruk blog mengemuka. Sekarang ini sangat mudah mengakses hal ini, sebagai contoh di kampus ITB, walaupun situs-situs yang aneh-aneh sudah diblok bisa saja memakai fasilitas yang disediakan oleh Google ini salah satunya blogger…


On Rails

May 18, 2007

Beberapa minggu yang lalu dapet pertanyaan dari temen apakah bisa Ruby On Rails (biasa disebut Rails atau ROR). Dan pastinya jawaban saya mudah saja ditebak, tidak bisa. Bahasa Ruby memang pernah denger namun cuma sekedar denger saja ga lebih dari itu. Kata temenku itu, Ruby masa depannya cerah, belum banyak developer di Indonesia yang pake Ruby, akhirnya terpancing juga untuk menggali info mengenai Ruby khusunsya ROR.
Tapi yang bikin saya heran, setelah itu, hari-hari saya diwarnai dengan info mengenai Ruby yang memantapkan berita yang dibawa oleh temen saya tersebut, Netbeans 6.0 tiba-tiba datang dan sudah support Ruby dan Rails. Di JUG juga ada yang posting mengenai Ruby. Tadi sore, ketemu artikel menarik dari computerworld tentang Top 5 Technologies for 2007 dan pada daftar nomer satunya adalah Rails. Wah tampaknya semakin memancing untuk nyobain RoR. Saat nyobain Netbeans 6.0 sekalian bikin aplikasi rails yang sudah ada tutorialnya dari netbean. Judulnya bikin blog dalam 10 menit dengan netbeans. Setelah dicoba ternyata memang bener-bener 10 menit dan bisa dikatakan tanpa nulis kode, dengan memakai scaffold.