It’s all about Football

May 19, 2008

Terinspirasi dari Mas Zaky.

Layanan update score sepakbola.

Advertisements

Liga Indonesia

September 25, 2007

Beberapa klub liga Indonesia terancam gulung tikar akibat kondisi keuangannya, begitulah pemberitaan salah satu acara bola yang ditayangkan di salah satu tv swasta Indonesia minggu lalu. Dua klub yang terancam adalah PSMS Medan dan Persib Bandung. Persib siap dijual dan PSMS siap tidak melanjutkan kiprahnya di liga Indonesia

Pemda sudah tidak sanggup lagi membiayai klub-klub yang berlaga di liga indonesia mengingat biaya yang dikeluarkan terkesan tdk terkontrol. Klub rela merogoh kocek hingga lebih dari 1 M hanya untuk mendapatkan seorang pemain, hal yang menurutku sangat silly.  Pemain-pemain mahal di lapangan juga tidak memperlihatkan kalo dirinya memang mahal, kelakuannya masih sama dengan pemain tarkam di kampungku (setiap 17an tidak absen dengan apa yang namanya kerusuhan) apalagi skill yang ditujukkan. Begitulah jika virus kapitalisme sudah merambah ke dunia sepakbola.

Bagi saya pribadi, sangat menyarankan bagi Pemda untuk tidak membiayai klub-klub tersebut, masih banyak hal lain yang lebih penting dan mendesak untuk dilakukan. Gunakan alokasi dana klub untuk membiayai pendidikan atau memperbaiki sarana kesehatan atau membangun sarana umum lainnya, yang pasti akan lebih bermanfaat daripada membiayai klub-klub tersebut.

Kalo klub-klub tersebut kekurangan dana akibat pembinaan pemain-pemain muda atau membangun fasilitas olahraga hal itu  mungkin masih ditolelir, tapi untuk alasan penggajian pemain itu masalah lain.  Lebih baik klub-klub Indonesia kembali memasang pemain-pemain lokal, kalo ga mau dikontrak dengan nilai sewajarnya suruh pergi aja pemain2 itu. Walaupun liga Indonesia tidak diperkuat pemain-pemain asing + pemain lokal yang mahal, bagi saya liga Indonesai masih tetap menarik.


Kenangan Piala ASIA 2007 #2

July 19, 2007

Meskipun akhirnya langkah Indonesia terhenti, namun grafik permainan sudah meningkat dari beberapa tahun yang lalu. Kerja sama tim sudah bagus, passing bola2 atas yang dulu ga pernah tepat sasaran sudah mulai membaik, dan satu lagi keberanian saat mengolah bola dan melewati lawan juga patut mendapatkan pujian. Berikut ini beberapa catatan saya mengenai timnas Indonesia :

Lini belakang, Jenry Pitoy cukup bagus di bawah mistar, keberanian mengantisipasi bola-bola liar kerap menyelamatkan timnas. Namun refleks dari pemain ini agak kurang dampaknya gol-gol arab ke gawang timnas. Pada pertandingan terakhir diturunkan Markus Horison, saya amati penampilannya lebih bagus, selain postur yang tinggi antisipasi bola dan refleks dari pemain ini lumayan, beberapa kali menyelamatkan gawang timnas. Di sektor pemain belakang, saya bangga dengan duet Maman dan Charis, menurutku Charis tampil sedikit lebih bagus dari Maman. Ketenangannya sering meredam serangan lawan, ia juga berani memainkan bola di daerah pertahanan. Di sektor sayap, M Ridwan layak mendapatkan acungan jempol, pemain PSIS Semarang ini seakan tidak kenal lelah dalam tiga pertandingan yang dijalani Indonesia. Kemampuan menyerang dan bertahan pemain ini sama baiknya, namun shooting jarak jauh yang biasa diperlihatkan saat bermain di PSIS kurang begitu tampak saat membela timnas, memang beberapa kali pemain ini mencoba melakukan shooting namun arahnya sering tidak menemui sasaran. Di sektor sayap kanan ada Ricardo Salampesy, cukup bagus permainannya untuk ukuran pemain yang baru berumur 23 tahun, mungkin pemain termuda yang selalu menjadi starter, untuk kedepannya tentu permainannya akan berkembang. Untuk saat ini dia kurang begitu menonjol.

Lini tengah masih diperkuat sosok pemain-pemain lama. Ponaryo Astaman, untuk pemain satu ini saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak karena pada pertandingan pertama lawan Bahrain sudah terkena cidera yang mengharuskannya istirahat, meskipun kembali bermain saat melawan Korsel namun tampaknya cidera yang dialaminya mengahlanginya bermain bagus untuk ukuran seorang Ponaryo. Sebagai pengganti Ponaryo ada Samsul Bahri, pemain yang tidak kenal lelah dengan umpan-umpan jitu. Sampai pertandingan terakhir pemain ini paling stabil penampilannya, meskipun agak sedikit temperamental. Dia berani fight dengan pemain-pamain lawan meskipun posturnya kalah besar. Berlanjut ke Firman Utina, sebelumnya saya sempat nggak nyangka pemain ini bakal menjadi pemain paling bersinar di Piala Asia ini, kecepataan, kemampuan dribling dan umpan-umpannya kerap kali membahayakan gawang lawan. Acungan dua jembol buat Firman. Eka Ramdani, meskipun posturnya tidak begitu ideal untuk ukuran pemain bola namun kecepatan dan daya jelajahnya yang tinggi sangat membantu timnas, dia juga berani fight dengan pamain-pemain lawan. Namun canon ball yang sering ia tuntukan saat memperkuat Persib tidak begitu kelihatan saat membela timnas di piala asia. Mahyadi Panggebean, sebetulnya pemain ini yang saya tunggu-tunggu penampilannya di timnas. Kecepatan dan olah bolanya sangat bagus, begitu pula shootingnya namun pemain ini sudah dibekap cidera saat timnas melawan Bahrain.

Di sektor penyerang, Elie Eboy tampil perkasa, sangat cepat dan dengan kemampuan driblenya sering merepotkan pemain lawan. Gol indah saat melawan Arab menjadi bukti. Namun sayang ia sering berlama-lama dengan bola terutama saat berada di kotak pinalti lawan, umurnya yang sudah tidak muda lagi membuat dia hanya mampu bertahan selama satu babak, setelah itu staminanya tampak drop. Bambang Pamungkas, penampilannya saat uji coba membuat para suporter Indonesia begitu menunggu aksinya di lapangan hijau. Namun kontribusi dari pemain ini kurang memenuhi harapan, selain karena dia sendirian menajadi target man di depan ia juga sering kali dijaga ketat oleh pemain belakang lawan. Duel-duel udara yang sering ia perlihatkan juga tidak begitu membantu timnas karena lawan juga memiliki postur yang lebih tinggi. Secara umum penampilan pemain ini pantas mendapatkan pujian. Lanjut ke Budi Sudarsono, satu gol saat melawan Bahrain membuat para suporter menaruh harapan besar padanya pada pertandingan-pertandingan selanjutnya. Pemain ini juga memiliki kecepatan dan drible yang bagus. Namun mungkin karena faktor usia, staminanya juga sering drop pada pertandingan kedua dan ketiga.


Kenangan Piala ASIA 2007 #1

July 18, 2007

Berakhir sudah langkah indonesia di “Ini Kandang Kita” setelah ditekuk Korsel dengan score 1-0 saja. Dalam suasana duka + jengkel saya sempetin nulis pengalamanku selama pergelaran akbar ini. Sebelumya saya sudah berencana untuk minimal nonton salah satu pertandingan indonesia secara langsung. Akhirnya saya nonton dua pertandingan
1. Ina Vs Bahrain
Penuh perjuangan untuk beli tiketnya, harus ngantri kira-kira satu minggu di GBK. Belum dapet tiket baru konfirmasi booking tiket. Tiket baru boleh diambil 3 hari sebelum pertandingan digelar. Hari minggu (pertandingan digelar hari selasa) saya udah ngantri ngambil tiket. Datang ke GBK jam 9 tanya panitia katanya jam 09.30, setelah itu disuruh ke pintu utama (pintu 1) disana (tentunya bersama sejumlah gibol2 yang lain) disuruh ke kios warna ungu, serentak semua mendatangi kios warna ungu namun sampe jam 11an belum ada tanda-tanda. setelah itu kembali ke tempat penjualan tiket. Eh ternyata jam 2 tiket baru dikeluarkan. Kemudian pulang, jam 4tan kembali ke GBK antre lagi. Lembar konfirmasi dituker dengan tiket. Tapi kali ini panitia lebih koopertif, orang-orang yang pada ngantri masing-masing dikasih air mineral, sampe-sampe jumlah air minenal >>> dari jumlah orang yang antre (baru kali ini ngrasain antre dikasih minum, ampe berlebih lagi, salut buat panitia). Akhirnya dapet tiket juga
Hari H, terjadi antrean di sektor 17, panitia ga profesional, baru masuk stadion menit 20an,dah ketinggalan golnya Budi. Tak apalah, ikut teriak-teriak dengan para suporter. babak Istirahat nyari tempat sholat, eh ternyata pada sholat juga (meskipun jumlah yang shalat magrib <<<<< dari jumlah suporter), lagsung ngikut jamaah aja (nebeng alas tetangga, thx to anonymous sori ga kenalan). Masuk kembali ke stadion, kali ini masu ke sektor 16 ternyata ga ada yang njaga, lumayanlah dapet sudut pandang yang lebih baik…. Ikut teriak2 and tendangan firman membentura gawang dan Bambang berhasil memanfaatkannya menjadi gol….!!!!! Ina menang 2-1
2. Ina Vs Arab
Tadinya ga ada niat buat liat nih pertandingan, tapi karena dah sampe di GBK dan liat2 atrean ga terlalu panjang + tertib. akhirnya ikut ngantri juga. Langsung dapet tiket yang 15 ribuan (hari kamis tiket buat hari sabtu dah keluar).
Hari H, dari pagi pergi ke tempat Pakdhe…akhirnya sorenya dianter langsung ke GBK, penjagaan lebih ketat kerena SBY ikut nonton ada 3 kali pemeriksaan tiket..jadi antrean lumayan lancar. Di antrean terakhir pake mengganti botol air mineral menjadi kantong plastik (usaha yg cukup bagus dari PSSI, kalo nggak bisa jadi apa supporter arab yang persis ada di bawah). Langsung masuk ke stadion dapet sektor 11, sudut pandang cukup bagus. And kejadian mengharukan terjadi, Menyanyikan Indonesai Raya berasama puluhan ribu suporter ina. Maklum di kategori 4 emang dipenuhi para suporter..terakhir nyanyiini lagu ini kira-kira pas SMA.
Tiba-tiba crossing pemain arab disambut dengan tandukan kepala dan masuk… 1-0 untuk arab. Kejadiannya persis di depanku. Jadi masih teringat jelas kejadian itu. beberapa saat kemudian dibalas dengan gol indah elie eboy. skor 1-1, Jam di layar raksasa mati ga tahu kapan pertandingan beraklhir eh ternayta malah kecolongang gol di injury time, ya kalah 2-1
3. Korsel vs Ina
Cukup liat di TV, karena dah nggak kebagian tiket.