Go Your Own Road

January 29, 2010

Go Your Own Road

sumber http://www.boredpanda.com/creative-photoshopping-by-erik-johansson/


Logo Baru Telkom

October 23, 2009
Logo Telkom

Logo Telkom


Konvergensi

October 20, 2009
konvergensi

konvergensi

sumber: http://www.slideshare.net/momoams/momo-12-jeroen-van-glabbeek


So-rational Network

September 25, 2009

Beberapa saat yang lalu saya membaca Tarbawi Edisi 212 th. 11 Syawal 1430 di salah satu artikelnya yang berjudul “Teknologi Semestinya Mendekatkan”. Artikel ini dibuat oleh Bapak Edi Santoso. Ada satu paragraf yang menarik bagi saya :

“Banyak konteks yang hilang dari silaturahmi maya. Kita bisa melihat atau mendengar teman virtual, tetapi pasti tak bisa merasakan kondisi dia yang sesungguhnya. Apakah dia seceria foto yang diposting? Serasional ungkapan-ungkapan dalam status online-nya? Terlalu banyak pesan nonverbal yang hilang dari jangkauan kita sebagai teman.”

Yup, betul sekali yang ditulis oleh penulis, kadang kita dengan mudah menelan mentah-mentah informasi yang kita ambil dari “dunia maya” terutama yang berkaitan dengan social network. Padahal informasi yang dikandung belum tentu merepresentasikan siapa orang tersebut. Kita harus sadar character yang ditampilkan dalam dunia social network hanyalah second personality dari user terkait. Jadi boleh jadi kepribadian sesunggunya di lapangan bertolak belakang dengan karakternya di dunia maya.

Nobody KnowsPara ahli di bidang sosial network masih memiliki banyak PR, salah satunya bagaimana agar konteks dari pengguna bisa digali lebih dalam. Diketemukannya teknologi seperti Location Based Services (LBS) telah membantu dalam mengekploitasi konteks dari user yang bersangkutan. Tapi saya rasa ini belumlah cukup.

Dalam artikel itu juga ditulis tentang bagaimana kisah-kisah yang dapat dilakukan dalam mengenal seseorang: salah satunya dengan melihat kamar mandi dari orang yang bersangkutan. Status social ekonomi seseorang dapat dlihat dari peralatan mandi yang dipakai (benar ga ya pendapat ini? Jadi mikir). Saya juga pernah baca artikel, kepribadian seseorang juga dapat dilihat atau direpresentasikan melalui hal-hal sederhana yang dimiliki oleh orang tersebut. Misalnya saja, kita lihat dompet teman kita. Kita bisa melihat bagaimana kepribadiannya dari isi dompet tersebut (bukan hanya jumlah uangnya tapi juga surat-surat atau apa saja yang ada di dompetnya, trik ini boleh dipraktekin hehehe).

Teringat dengan sebuah kisah shahabat yang dijamin masuk surga oleh Rosulullah SAW. Saking ingin tahunnya amalan apa yang dilakukan sehingga dijamin masuk surga, ada shahabat lain yang menyelidiki dengan cara bertamu selama 3 hari. Karena kebersamaan selama 3 hari 3 malam dapat digunakan untuk mengetahui karakter dari orang yang bersangkutan (lengkapnya http://www.alfurqon.or.id/component/content/article/64-guru/286-orang-biasa-masuk-surga ).

Pelajaran yang dapat diambil dari postingan ini adalah: jangan menilai yang empunya blog dari tulisannya atau personality-nya di social network saja: bisa jadi dia tidak se-rasional atau se-ceria atau se-se yang lainnya, tapi kenali dengan berjumpa atau undanglah dia makan bareng hehehe.. Sudah siapkah kita enabling the Internet to Change the Way We Work, Live, Play, and Learn? (comot tagline-nya Cisco).

(*)gambar diambil dari http://www.slideshare.net/edte.ch/flattening-the-world-how-to-harness-web-20-tools-to-engage-learners-inside-and-outside-the-classroom-177746


Tentang Hati

September 14, 2009

Hati dalam bahasa arab disebut qalbu, istilah Indonesianya kalbu, karena memang keadaanya yang sering berubah-ubah. Kata kolab itu mungkin juga memiliki kesamaan makna dari kata Qalbu ini. Iman seseorang itu bersemayam di hatinya.Seseorang bisa dalam keadaan iman pada pagi harinya dan berubah menjadi kafir pada sore harinya. Atau juga bisa sebaliknya, beriman pada sore harinya dan berubah menjadi kafir pada pagi hari.

Itulah inti dari salah satu kuliah subuh yang saya ikuti di Al Azhar beberapa waktu lalu. Ya Muqallibal Qulub Tsabbit Qalbi ‘ala Diinik (Wahai Yang memutarbalikkan hati, tetapkanlah hati ini berada di atas agama-Mu).


Antara Makhluk Jasmani dan Rohani

September 14, 2009

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang aneh / unik / makhluk yang berbentuk lain (khalqan akhar). Apabila ada dua golongan makluk di dunia ini, makluk jasmani dan rohani maka manusia bukanlah berada di salah-satu golongan ini. Bukan makhluk jasmani karena memang kenyataanya manusia sangat berbeda dengan binatang (makhluk jasmani). Bukan pula makhluk rohani karena kenyataanya memang sangat berbeda dengan malaikat (makhluk rohani).

Tapi yang jelas manusia itu adalah makhluk yang sangat hina. Manusia berasal dari nutfah, suatu materi yang sangat menjijikkan dan bahkan tidak ada manfaatnya. Setelah terlahir pun, tidak ada materi yang dihasilkan manusia yang memiliki manfaat. Semua zat yang dikeluarkan manusia tidak memiliki manfaat, bahkan memilik bau busuk. Jadi sangat tidak beralasan jika kita memuliakan manusia hanya karena bentuk fisiknya semata. Ketidak-manfaatan manusia ini juga berlanjut pada saat dia mati, apapun prestasi,kekayaan atau kedudukannya didunia, jika sudah mati maka ia hanya berupa seonggok daging yang membusuk.

Tapi pada kenyataanya manusia, bisa pada suatu saat memiliki kemuliaan lebih tinggi dari pada Malaikat, dan disisi yang lain bisa suatu saat lebih hina dari binatang. Kenapa manusia bisa lebih mulia dari malaikat, yang notabene adalah makhluk yang selau taat kepada perintah Tuhan? Karena manusia diberi akal dan hawa nafsu, sehingga manusia memiliki kemampuan memilih : memilih diantara alternatif-alternatif yang ada.

Sungguh suatu hal yang tidak adil jika seseorang harus disiksa di neraka karena melakukan pengingkaran kepada Tuhannya sedangkan hanya itulah pilihannya, dia tidak memiliki kemampuan untuk memilih untuk melakukan perbuatan lain, mana yang baik dan mana yang buruk.

Begitu pula sebaliknya sungguh tidak adil pula jika seseorang masuk surga, karena dia melakukan amal salih, sedangkan perbuatan itu merupakan satu-satunya pilihan yang bisa dia kerjaakan, dalam artian tidak ada pilihan yang lain.

Kira-kira hanya ini yang bisa ditulis karena manusia ini (penulis) tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan mendapati dihadapannya pengisi kultum sudah tidak ada lagi berdiri di mimbar, dan para jamaah masjid juga berbondong-bondong keluar dari masjid.  Alias tertidur pulas meskipun isi ceramah yang sungguh -sungguh menarik.  😦


Makan Gado-Gado

March 27, 2009

Tadi siang saya makan gado-gado, terdiri dari sayuran, telur, tempe, tahu, sambel kacang dan tentu saja lontong. Saya ‘sengaja’ memilih menu ini karena konon sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Sendok pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sampai ke mulut dan saya telan dengan ‘sengaja’. Dengan ‘sengaja’ saya mengahancurkan makanan di mulut kemudian menelannya. Saat dikunyah ternyata makanan yang saya makan bercampur dengan air liur yang mengandung enzim ptyalin.

Kemudian makanan saya sampai lambung, entah apa yang terjadi di lambung saya, yang jelas saya tidak bisa mengendalikan proses yang terjadi di sana. Telur, tempe dan tahu yang saya makan dicerna oleh pepsin. Bagaimana tubuh saya tahu kalo telur, tempe dan tahu tadi harus di cerna oleh pepsin, padahal saya tidak memerintahkannya. Sama halnya dengan karbohidat dan lemak yang terkandung dalam makanan saya, semuanya dicerna di dalam lambung. Pada saat saya tidurpun. Makanan tadi tetap dicerna oleh tubuh saya.

Kemudian makanan yg telah melewati berbagai proses tadi lewat usus halus. Di sini dengan tidak sengaja lagi ”karena pada saat itu saya sudah selesai makan dan kembali kerja”, zat-zat makanan diserap oleh tubuh. Kemudian lewat di usus besar, konon disini juga masih terjadi penyerapan makanan.

Postingan ini sengaja saya buat untuk mengomentari ”karena saya berpikir maka saya ada” dan untuk mengingatkan saya ternyata kekuatan akal pikiran saya ini terbatas, bahkan untuk mengendalikan tubuh saya sendiri saja tidak bisa.